Friday, November 12, 2010

Indonesia volcano death toll tops 200

The death toll from the recent eruptions of Indonesia's Mount Merapi volcano has reached 206 and nearly 400,000 people have had to flee their homes, a national disaster official said Friday.
Mount Merapi, which looms on the horizon north of the major city of Yogyakarta, erupted October 26. It is located on the island of Java.
"Rescue workers recovered more bodies in the villages," said Haartje Robert Winerungan of the National Disaster Coordination Agency. "In total, there are 150 victims burned to death."
In addition, he said, a total of "380,049 people are still displaced in around Yogyakarta and Central Java."
Disaster officials said Thursday the worst may be over, but a danger zone remains within a 20-kilometer (12.2-mile) radius of the volcano.
Flights returned to normal Monday, but U.S. President Barack Obama was forced to cut short his visit to Indonesia this week because of the volcano's ash cloud.
Merapi's recent eruptions have released about 140 million cubic meters (4.9 million cubic feet) of magma, the disaster agency said. The previous record flow occurred in 1872, at 100 million cubic meters (3.5 million cubic feet). Magma is a mixture of molten rock, solid particles and other material found beneath the earth's surface.
Government volcanology experts have kept Merapi's alert level at 4, the highest.
On Wednesday, the Merapi Disaster Health Team said the recent eruptions have seriously injured 145 people and left scores of others less severely hurt.
President Susilo Bambang Yudhoyono has called the volcano eruptions a crisis situation. Over the weekend, he and several of his ministers visited Yogyakarta to oversee relief efforts.
The volcano has a summit elevation of nearly 10,000 feet (3,000 meters). It is one of Indonesia's most active volcanoes and lies in one of the world's most densely populated areas.
About 1,300 people died when Merapi erupted in 1930.
Many people continue to live in the shadow of the volcano, raising crops and livestock.
The president has announced that residents will receive compensation for livelihoods and animals lost to the eruptions. The government will buy endangered cows on the volcano, Yudhoyono said. Many of those who live on its slopes risked their lives by staying or returning to feed their cows during lulls in the volcanic activity.

Friday, October 8, 2010

Jaya di Dunia, Sempurna di Akhirat


Hidup ini bagaikan permainan, kadang kalah kita merasa senang, dengan apa yang kita miliki, baik itu berupa Harta, Jabatan, dan Kedudukan. Namun semua itu hanyalah titipan Allah SWT semata, dan juga kebanyakan Orang-orang lupa, ia akan kembali pada Allah dengan apa yang dia miliki.
Sebagaimana diketahui harta, jabatan, dan kedudukan itu hanyalah titipan Allah. Harta dan Jabatan itu tidak menjamin kita untuk hidup bahagia di Dunia dan Akhirat. Yang menjamin kita hidup Bahagia Dunia dan Akhirat hanyalah "Iman dan Taqwa", kita kepada Allah SWT. Dan Allah juga menjanjikan kepada orang-orang yang Beriman, untuk masuk Surganya Allah. Sebagai mana firman Allah, yang berbunyi : Wabas siril lazii na amanu wa ahmilu solihati an'na lahum taj ri min tah tihal anhar.
Artinya : Dan sampai kanlah berita gembira kepada Orang-orang yang beriman dan berbuat baik, sesungguhnya telah kami sediakan Surga-surga baginya yang terdapat Sungai-sungai mengalir di dalamnya.
Walaupun hidup kita apa adanya dalam arti kata Hidup Sederhana, namun kalau kita "Beriman dan Bertaqwa", kepada Allah Insya Allah hidup kita akan Bahagia baik di Dunia maupun di Akhirat. Oleh karena itu marilah kita, tingkatkan Iman kita dan Ketaqwaan kita ke pada Allah SWT.
Hidup di Dunia ini hanyalah sementara, hidup yang kekal, abadi, dan selama-lamanya hanyalah di Akhirat. Oleh karena itu, bekalilah hidup kita dengan "Iman dan Taqwa", karena Iman dan Taqwa lah yang akan membawa kita, hidup di dalam puing-puing ke Bahagiaan.
Harus kita ketahui setelah kita meninggal, hanyalah Iman dan Taqwa lah yang akan menolong kita di alam Kubur. Karena Iman dan Taqwa lah yang akan membantu kita, Harta, Jabatan , dan Kedudukan, itu semua tidak akan bisa membantu kita, yang bisa membantu kita hanyalah "Iman dan Taqwa", kita kepada Allah SWT.
Iman itu tak seperti harta, dan juga jabatan, yang dapat dicari dan di warisi. Walaupun kamu anak Seorang Kia'i Iman tetap tidak bisa di Warisi, begitu juga dengan Orang yang Kaya, dia tidak bisa Membeli Iman. Kalimat Iman itu, cuma empat huruf, kalau kita suruh Orang sebutkan Iman semua Orang pasti bisa, baik itu yang beragama Islam Maupun Non Islam. Namun tidak semua Orang Beriman dan bertaqwa ke pada Allah SWT. Itu yang beragama islam sendiri apalagi yang Non Islam.
Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan Iman kita, baik itu pada diri kita sendiri, keluarga kita, tetangga kita, dan juga teman-teman kita. Insya Allah kalau kita semua beriman dan bertaqwa, kita semua akan masuk Syurganya Allah AWT, "Amin Ya Rob'bal Alamin".